Selasa, 05 Maret 2013

PENGANTAR STATISTIKA SOSIAL



STATISTIKA: Data Kuantitatif atau Metode?
Kata statistika (statistic) berasal dari bahasa latin status yang berkaitan dengan suatu negara, dalam arti kesatuan politik. Pada awalnya, kata statistik diartikan sebagai keterangan-keterangan yang dibutuhkan negara untuk memperlancar penarikan pajak dan mobilisasi rakyat jelata ke dalam angkatan perang. Tiap akhir bulan desember, Caesar Agustus di zaman Romawi mengeluarkan sebuah dekrit agar setiap orang kembali ke kota masing-masing dan melakukan registrasi. Registrasi tersebut meliputi keterangan-keterangan mengenai nama, usia, jenis kelamin, pekerjaan dan jumlah keluarga penduduk negara atau yang kita kenal sekarang sebagai sensus.
Kata status kemudian masuk ke dalam kamus bahasa Inggris sebagai state pada abad ke-18. Fungsi statistika yang awalnya untuk melayani keperluan administrasi negara, menyusun informasi tentang penduduk, memperlancar pajak, serta mobilisasi penduduk dalam angkatan perang. Namun dalam perkembangannya, statistika berkembang menjadi suatu cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, penarikan kesimpulan sampai pada pembuatan keputusan.
Seringkali kita menyamakan pengertian statistika sebagai data kuantitatif atau kumpulan data yang berwujud angka-angka. Pemahaman seperti ini memang tidaklah sepenuhnya salah. Hanya saja, pemahaman seperti itu akan mengaburkan perbedaan pengertian antara data kuantitatif itu sendiri dengan metode untuk membuat data kuantitatif tersebut berbicara. Kata berbicara perlu kita tekankan di sini. Mengapa? Sebagian besar ahli statistik beranggapan bahwa kumpulan angka-angka (kuantitatif) tidak bisa disebut sebagai statistik dalam arti metode ilmiahnya dan tetap dinamakan data atau angka-angka saja. Dengan demikian, statistika dapat diartikan sebagai metode atau asas-asas untuk mengerjakan dan memanipulasi data kuantitatif agar angka-angka tersebut berbicara.
Lalu, apa itu data? Data merupakan bentuk jamak dari datum yang merupakan informasi yang diperoleh dari satu satuan amatan. Misalnya, bila kita berbicara tentang perilaku politik si Joko yang memilih SBY pada Pilpres 2004, berarti kita berhadapan dengan datum. Sedangkan gambaran perilaku politik penduduk DKI Jakarta, berarti kita dihadapkan pada data. Dengan demikian, data adalah sejumlah informasi yang dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan.
Polemik tentang statistika juga berkisar persoalan: apakah statistika merupakan ilmu pengetahuan atau metode? Polarisasi mengemuka diantara para ahli statistik terhadap persoalan ini. Ada sebagian yang mengatakan metode statistika yang modern pada dirinya sendiri sebetulnya sudah merupakan ilmu pengetahuan. Sebab, ilmu pengetahuan sudah mencakup segala metode guna mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menganalisa data kuantitatif. Namun, ada sebagian kalangan yang berpendapat bahwa kita perlu membedakan statistika sebagai teori dan statistika sebagai metode. Teori statistika mempelajari landasan ilmu dalam statistika sedangkan metode lebih melihat prosedur sistematis dalam penggunaannya. Bagaimana dengan pendapat anda?

Jenis-jenis Statistika
Statistika Deskriptif adalah metode statistika yang digunakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan data yang telah dikumpulkan menjadi sebuah informasi.
Statistika Induktif adalah metode yang digunakan untuk mengetahui tentang sebuah populasi berdasarkan suatu sampel atau contoh dengan menganalisis dan menginterprestasikan data menjadi sebuah kesimpulan.
Pengertian Populasi dan Sampel. Populasi adalah sebuah kumpulan dari semua kemungkinan orang-orang, benda-benda dan ukuran lain dari obyek yang menjadi perhatian. Sampel adalah suatu bagian dari populasi tertentu yang menjadi perhatian.

Jenis-jenis Variabel
Ø  Variabel kualitiatif adalah data yang diperoleh dari sampel atau populasi berupa data kualitatif, data bukan berupa angka.
Ø  Variabel kuantitatif adalah data yang diperoleh dari sampel atau populasi berupa data kuantitatif, data berupa angka.
Ø  Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari obyek penelitian.
Ø  Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber lain yang sudah dipublikasikan.

Pengukuran
Proses pengukuran dimulai dengan konseptualisasi (conceptualization) dan operasionalisasi (operationalization) dari setiap konsepdan variabel yang tercakup dalam hipotesis penelitian. Konseptualisasi adalah proses pemilihan konsep dan pemberian batasan (definisi) secara teoritis terhadap suatu konsep. Sedangkan operasionalisasi adalah suatu proses penyusunan definisi operasional dari konsep yang dimaksud. Jadi, definisi operasional merupakan batasan (definisi) atas makna suatu konsep dalam bentuk cara, prosedur, ataupun instrumen pengukuran tertentu.

Prinsip Pengukuran
Ada dua prisip dalam pengkuran. Prinsip eksklusif dan prinsip ekshautif. Prinsip eksklusif berarti bahwa suatu kasus tidak dapat memiliki nilai (kategori) lebih dari satu untuk suatu variabel yang sama. Sedangkan prinsip ekshautif berarti bahwa nilai (kategori) yang tersedia untuk suatu variabel harus dapat mencakup nilai (kategori) dari setiap kasus.

SISTEM HUKUM INDONESIA


Inisiasi 1
Untuk dapat memahami dan menangkap tentang Sistem Hukum Indonesia (SHI), terlebih dahulu harus dipahami hal – hal mendasar yang berkaitan dengan pengertian Sistem Hukum itu sendiri.


1.    Pengertian Sistem
Pembahasan tentang sistem hukum Indonesia diawali dengan membahas pengertian sistem terlebih dahulu. Salah satu pengertian berdasarkan The American Heritage Dictionary , sistem dapat dicirikan;
  • Hubungan dan saling ketergantungan di antara bagian-bagian atau elemen-elemen dalam sistem.
  • Merupakan satu kesatuan (entity).
Jadi sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama lain secara fungsional, di mana setiap bagian memiliki fungsi sendiri tetapi saling tergantung.

2.    Pengartian Hukum
Adalah tidak mungkin memberikan definisi tentang apakah yang disebut hukum itu. Definisi hukum adalah sangat sulit untuk dibuat, karena tidak mungkin untuk mengadakan yang sesuai dengan kenyataan, demikian menurut Apeldoorn. Uraian tentang pengartian hukum hanya diarahkan sebagai usaha untuk merekam berbagai arti yang diberikan oleh masyarakat. Diantara berbagai pengartian itu hukum dapat diartikan sebagai seperangkat aturan tentang perintah atau larangan yang dibuat oleh badan negara yang berwenang dan didukung oleh kemampuan serta kewenangan untuk menggunakan paksaan.
Oleh karena itu Sistem Hukum Indonesia dapat diartikan sebagai satu kesatuan hukum Indonesia yang terdiri dari sub-sub sistem hukum yang saling berhubungan secara fungsional, dimana setiap sub sistem memiliki fungsi sendiri tetapi saling tergantung.

3.    Kaidah Hukum
Seperangkat aturan-aturan yang biasa dijumpai dalam setiap sistem hukum, seperti sikap tindak apa saja yang diwajibkan, yang diperbolehkan, yang tidak diperbolehkan atau yang dilarang dalam berbagai situasi yang berbeda. Hukum adalah salah satu contoh kaidah yang mengatur hubungan antar pribadi dan masyarakat.

4.    Pengertian-pengertian Dasar dari Sistem Hukum
Pengertian-pengertian dasar dari sistem hukum meliputi ; subjek hukum, hak dan kewajiban, peristiwa hukum , hubungan hukum, dan objek hukum.
Subjek hukum : setiap pihak yang menjadi pendukung hak dan kewajiban.
Hak dan kewajiban
Hak adalah kebolehan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu (suruhan/larangan/kebolehan). Hak biasanya dibatasi oleh kewajiban.
Kewajiban adalah tugas yang dibebankan oleh hukum pada subjek hukum, dan kewajiban yang paling utama adalah tidak menyalahgunakan hak.
Peristiwa hukum adalah peristiwa sosial yang akibatnya diatur oleh hukum.
Hubungan hukum yaitu hubungan yang menyebabkan terjadinya ikatan hak dan kewajiban antar subjek hukum.
Objek hukum adalah segala sesuatu yang menjadi objek dari hubungan hukum.

5.    Sumber Hukum
Sumber hukum dapat dilihat dari arti sejarah, dalam arti materiil, dan dalam arti formal. Pemberian arti tersebut tergantung darimana seseorang melihatnya




Diskusi Inisiasi I
Alasan, mengapa kita perlu memahami peran Subjek dan Objek Hukum dlm suatu hubungan hukum?
Subyek hukum adalah segala sesuatu yang dapat mempunyai hak dan kewajiban untuk bertindak dalam hukum. Terdiri dari orang dan badan hukum.
Obyek hukum Adalah segala sesuatu yang bermanfaat bagi subjek hukum dan dapat menjadi objek dalam suatu hubungan hukum. Objek hukum berupa benda atau barang ataupun hak yang dapat dimiliki dan bernilai ekonomis.

Alasan mengapa kita perlu memahami peran Subjek dan Objek Hukum dalam suatu hubungan hukum adalah untuk mengetahui sejauh mana batasan hak kita dan kewajiban beban hukum yang ditimpakan kepada kita sehingga tindakan yang kita lakukan tidak melanggar kaidah kaidah hukum yang berlaku.